Suatu waktu seorang kawan pernah bertanya melalui jejaring Fesbuk bagaimana mengelola usaha dengan modal terbatas, namun bisa tumbuh pesat, semisal pedagang makanan keliling kecil-kecilan yang (mimpi) punya restoran.
Keren tho ada pedagang keliling tidak canggung bermimpi punya restoran. Coba Anda tanya tukang ketoprak keliling langganan Anda, dia ingin mobil or rumah sebagus apa. Saya bisa pastikan jawabannya tidak jauh dari “ah belum kepikiran bos” atau “orang cuma jualan ketoprak kok ngimpi punya mobil” atau semacamnya.
Saya hendak katakan, mimpi itu penting sepanjang dikelola dengan baik. Jika ada pedagang kecil tapi punya mimpi besar, bisa dikatakan kesuksesan baginya tinggal masalah waktu.
Kembali ke mengelola usaha dengan keterbatasan modal tadi. Ini yang bisa saya usulkan: pertama Kreatif dan kedua Integritas.
Pernah ketemu tukang ojek yang kasih kartu nama dan siap jemput via phone order atau ketemu tukang gado-gado gerobag dorong yang melayani pesan antar atau tukang nasgor keliling yang nyebarin brosur: diskon 25% untuk pembelian di atas jam 21.30.
Itulah kreatifitas menurut saya. Tidak sedikit hal kreatif yang bisa dilakukan oleh pedagang keliling. Ini hal sederhana dan relatif tidak memerlukan modal besar, namun bisa menimbulkan efek Wow bagi pelanggannya. Wow karena masih jarang pedagang keliling yang melakukannya. Dengan Wow, pelanggan jadi loyal dan makin banyak calon pelanggan yang tertarik. Mudah-mudahan jualan bisa naik tinggi menjulang. Amiin.
Setelah jualan tumbuh tinggi menjulang, maka integritas menjadi senjata berikutnya. Integritas bukan sebuah kerja yang selesai dalam sekali waktu. Integritas adalah masalah rekam jejak. Integritas bukan cuma ke pelanggan, namun ke semua orang.
Dengan modal integritas, coba ajukan hutang dagang ke supplier, ambil bahan baku 3x lipat dari biasanya dengan tempo bayar sekian hari, coba minta tukang percetakan untuk cetakin brosur dengan dibayar di akhir bulan, coba ajak saudara untuk bantuin melayani pelanggan dengan upah bagi hasil.
Jika demikian, apakah masih merasa dibatasi oleh modal?

mantap bos…singkat, padat tapi kena…
@Mofied,
nyasar kesini juga akhirnya sampeyan