<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Adhika Dirgantara &#187; Daily Life</title>
	<atom:link href="http://adhikadirgantara.com/daily-life/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adhikadirgantara.com</link>
	<description>Visi, Ide dan Aksi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Apr 2012 04:05:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
		<item>
		<title>Pindah Kuadran</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/pindah-kuadran.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/pindah-kuadran.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2012 01:29:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[pindah kuadran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Saya merasa terhormat ketika secuplik perjalanan hidup saya dituliskan dengan penuh gegap gempita oleh mas Yodhia di blog Strategi+Manajemen. Kita harus mengakui bahwa mas Yodhia adalah story teller yang jempolan, sebuah perjalanan sederhana menjadi gegap gempita ditulisnya. Wajar jika tiap Senin pagi banyak orang yang menantikan tulisannya, puluhan ribu orang menjadi pembaca setia blog Strategi+Manajemen. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/03/freedom.jpg" alt="" title="freedom" width="500" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-227" />Saya merasa terhormat ketika <a href="http://strategimanajemen.net/2012/03/12/kisah-tentang-pekerja-kantoran-yang-pindah-kuadran-menjadi-juragan/">secuplik perjalanan hidup saya</a> dituliskan dengan penuh gegap gempita oleh mas Yodhia di <a href="http://strategimanajemen.net">blog Strategi+Manajemen</a>.</p>
<p>Kita harus mengakui bahwa mas Yodhia adalah <em>story teller</em> yang jempolan, sebuah perjalanan sederhana menjadi gegap gempita ditulisnya. </p>
<p>Wajar jika tiap Senin pagi banyak orang yang menantikan tulisannya, puluhan ribu orang menjadi pembaca setia blog Strategi+Manajemen.</p>
<p>Secuplik perjalanan hidup tersebut adalah ketika saya berpindah kuadran dari seorang staf IT kontrak di sebuah perusahaan multinasional (Pfizer) dan memutuskan resign, berpetualang menjadi wiruasahawan.<br />
<span id="more-226"></span><br />
Menarik menyimak berbagai komentar dalam tulisan tersebut, khususnya ketika banyak orang bertanya dan menyampaikan pendapat mengenai bagaimana baiknya proses berpindah kuadran tersebut dilakukan.</p>
<p>Saya tidak punya jawaban yang <em>ces pleng</em> untuk menjawab bagaimana sebaiknya agar proses pindah kuadran berlangsung mulus. Kemampuan dan mental seseorang tentu saja berbeda; jalan yang saya lalui (dan terus saya perjuangkan sampai hari ini), besar kemungkinan tidak cocok bagi orang lain.</p>
<p>Disini saya coba berbagi apa yang saya ingat ketika saya berpindah kuadran 6 tahun yang lalu, <em>almost</em>.</p>
<p>Saya tidak punya alasan (kuat) lain ketika saya ingin <em>resign</em> waktu itu selain saya merasa letih dengan ritual berangkat kerja pagi dan pulang kembali ketika hari sudah gelap.</p>
<p>Kegaduhan jalanan Jakarta juga membuat saya makin kehilangan akal dan terus bertanya, sampai kapan saya mau begini. Waktu itu saya naik motor Bekasi-Sudirman, kira-kira 2 jam perjalanan.</p>
<p>Setelah <em>resign</em> (Nov 2006), saya masih mengajukan lamaran kerja melalui berbagai situs lowongan kerja, namun terus terang saja tidak terlalu serius karena memang dalam hati kecil ingin berusaha sendiri.</p>
<p>Waktu itu saya belum menikah dan tabungan juga tidak seberapa, hanya mampu buat hidup 3 bulan. </p>
<p>Satu hal yang saya tegaskan ke keluarga dan orang tua bahwa saya bisa membiayai hidup saya sendiri. Penegasan ini juga diiringi tindakan; saya mulai mengerjakan apapun yang bisa menghasilkan.</p>
<p>Saya mulai mengerjakan project IT (subkon), tapi cuma 1 project yang hadir. Saya mulai membuka usaha isi ulang tinta, Rumah Tinta. Cuma berlangsung 3 bulan dan bangkrut.</p>
<p>Di tengah kegalauan ini, saya menikahi istri saya pada Juni 2007. Enam bulan pertama saya masih serabutan.  </p>
<p>Sampai akhirnya Desember 2007, saya bersama istri meluncurkan <a href="http://pasarbatik.com">Pasarbatik.com</a> dan alhamdulillah terus berkembang sampai sekarang. </p>
<p>Saya belajar banyak hal.</p>
<p>Tahun 2010, saya mendirikan <a href="http://outletdinar.com">OutletDinar</a>. Dan awal tahun 2012 ini, kendali bisnis batik sepenuhnya ditangani oleh istri, saya fokus mengembangkan usaha investasi emas.</p>
<p>Tentu saja saya masih jauh dari sukses, namun saya menikmati petualangan ini.</p>
<p>Saya percaya bahwa berpindah kuadran adalah sesuatu yang &#8216;sederhana&#8217;, hanya memerlukan kebulatan tekad dan yakin bisa menaklukkan tantangan didepannya.</p>
<p>Saya tidak ada rencana yang kuat waktu <em>resign</em>. Tabungan juga tidak seberapa. Keluarga tidak sepenuhnya tahu apa yang saya lakukan; mendukung penuh rasanya tidak, namun menolak secara keras juga alhamdulillah tidak.</p>
<p>Kualitas hidup saya menurun drastis setelah resign; makan bisa cuma sekali sehari dan seringkali seporsi berdua istri. </p>
<p>Alhamdulillah istri tidak mengeluh, meskipun saya tahu dari raut mukanya kala itu kalau dia agak sedih dan khawatir.</p>
<p>Kualitas hidup baru beranjak membaik ketika saya mendirikan Pasarbatik dan alhamdulillah terus naik sampai sekarang.</p>
<p>Kalau ditanya mengenai tips bagaimana pindah kuadran. Sungguh saya tak punya.</p>
<p>Saya cuma bisa mengatakan, jika memang sudah yakin dan bulat tekad, ya lakukan saja. </p>
<p>Persiapan secanggih apapun bisa jadi tidak ada gunanya karena tantangan di depan seringkali tidak terduga. Justru disinilah &#8216;kehidupan&#8217; sesungguhnya.</p>
<p>Manusia adalah makhluk paling adaptif. Pasti bisa menuntaskan tantangan seberapapun beratnya, insyaAllah.</p>
<p>Ambil kendali terhadap hidup kita dan bertanggungjawablah terhadap apa yang kita putuskan untuk dijalani. </p>
<p>Yakinlah, Allah SWT selalu menyertai.</p>
<p><em>*photo credited to <a href="http://www.flickr.com/photos/io_nia/3852526534/">Fedori Natalia</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/pindah-kuadran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya Suka&#8230; Saya Harap&#8230;</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/saya-suka-saya-harap.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/saya-suka-saya-harap.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 01:39:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[games]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Dalam banyak kesempatan, saya sering merenungkan apakah benar ada kritik yang membangun ketika kritik tersebut diutarakan secara &#8216;semena-mena&#8217;. Dalam kalimat lain, apakah benar ada kritik yang kemudian bisa diterima dengan baik oleh yang dikritik, mendatangkan perenungan dan melahirkan tindakan, sementara kritik tersebut disampaikan secara pedas dan menyakitkan. Dalam banyak komunitas, milis dan perkumpulan lain, kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam banyak kesempatan, saya sering merenungkan apakah benar ada kritik yang membangun ketika kritik tersebut diutarakan secara &#8216;semena-mena&#8217;.</p>
<p>Dalam kalimat lain, apakah benar ada kritik yang kemudian bisa diterima dengan baik oleh yang dikritik, mendatangkan perenungan dan melahirkan tindakan, sementara kritik tersebut disampaikan secara pedas dan menyakitkan.</p>
<p><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/03/friendship.png" alt="" title="friendship" width="502" height="324" class="aligncenter size-full wp-image-208" /></p>
<p>Dalam banyak komunitas, milis dan perkumpulan lain, kita menyaksikan kritik menjadi semacam pelampiasan syahwat; pengkritik yang digdaya dan objek kritikan yang terpojok.</p>
<p>Alih-alih mengharapkan perubahan, yang lahir malah resistensi dan cideranya hubungan.</p>
<p>Jadi, adakah kritik yang fun dan bisa mendorong perubahan?<br />
<span id="more-206"></span><br />
Ternyata ada. Menghadirkan kritik yang mendorong perubahan dan tetap fun kunci utamanya cuma ada di masalah bagaimana kita menyampaikannya, berdasar pada suasana hati yang paling dalam dari yang menyampaikan kritik.</p>
<p>Pada sebuah acara mentoring bisnis, kami pernah melakukan semacam permainan yang kami sebut sebagai: saya suka, saya harap.</p>
<p>Permainan ini menempatkan salah satu dari kami di tengah arena dan yang lain melingkarinya.</p>
<p>Satu persatu kawan yang melingkari menyampaikan masukan kepada kawan yang di tengah dengan &#8216;format&#8217;: saya suka&#8230; saya harap&#8230;.</p>
<p>Kawan yang ditengah saling bertukar pandang dan berhadapan persis dengan yang menyampaikan kritik.</p>
<blockquote><p>&#8220;Saya suka mas Ali ini orang taktis dan cekatan. Tiap punya ide, bisa langsung dieksekusi dengan baik.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya juga suka mas Ali orangnya supel, gampang akrab dengan orang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Yang saya harap dari mas Ali agar bisa menjaga kesehatan, menjaga pola makan. Saya harap mas Ali juga bisa belajar berkata tidak, sehingga tidak semua permintaan orang diikuti, belajar untuk berprioritas.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya harap mas Ali juga tidak gampang meledak-ledak, bisa mendengar dan menyimak ide orang lain, mengurangi kadar keras kepalanya.&#8221;</p></blockquote>
<p>Karena penyampaian kritik ini dieksekusi dalam format permainan dan format penyampaian yang fun dalam bahasa yang juga tidak memojokkan; kita semua jadi ikut fun, tidak merasa terintimidasi dengan kritik, bahkan saling menimpali dengan celetukan yang pedas, namun rasanya tidak ada yang sakit hati, semua saling menyampaikan secara jujur dan merenungkan dengan legowo.</p>
<p>Menurut saya, tiga faktor yang bisa membuat proses kritik membangun ini berhasil adalah: kedekatan personal, disampaikan dengan bahasa yang positif dan fun, serta suasana hati yang dibangun antara pengkritik dan yang menerima kritik.</p>
<p>Tentu saja permainan, berbeda dengan situasi nyata. Namun jika tiga faktor di atas bisa dijadikan acuan dalam kita bersosial, maka mestinya hidup ini tak ubahnya seperti permainan.</p>
<p>Saya suka&#8230; saya harap. Kalimat ini saja sudah mendemonstrasikan suasana kerendahan hati dari yang menyampaikan kritik. Maka wajarnya yang diberikan kritik juga bisa menerimanya dengan baik.</p>
<p>Silahkan dicoba, saya juga masih terus berupaya. Semoga bermanfaat.</p>
<p><em>*photo credited to <a href="http://www.flickr.com/photos/selvin/2394809393/">[selvin]</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/saya-suka-saya-harap.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menciptakan Ketidaknyamanan</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/menciptakan-ketidaknyamanan.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/menciptakan-ketidaknyamanan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2012 23:22:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Kenyamanan seringkali lahir dari kebiasaan. Dalam kehidupan keseharian, saya sering melakukan pengubahan/modifikasi terhadap kebiasaan, dengan sengaja menciptakan ketidaknyamanan-ketidaknyamanan kecil. Saya belajar hal ini dari Yoris. Konon katanya dengan mengubah kebiasaan, tidak terpaku pada satu hal dan menciptakan secara sengaja ketidaknyamanan ini akan menstimulan otak kita untuk lebih kreatif dan adaptif. Somehow, apa yang Yoris omongin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/03/kreatifitas_straws.jpg"><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/03/kreatifitas_straws-300x200.jpg" alt="" title="kreatifitas_straws" width="300" height="200" class="alignright size-medium wp-image-183" /></a>Kenyamanan seringkali lahir dari kebiasaan. Dalam kehidupan keseharian, saya sering melakukan pengubahan/modifikasi terhadap kebiasaan, dengan sengaja menciptakan ketidaknyamanan-ketidaknyamanan kecil.</p>
<p>Saya belajar hal ini dari <a href="http://yorissebastian.com/">Yoris</a>. Konon katanya dengan mengubah kebiasaan, tidak terpaku pada satu hal dan menciptakan secara sengaja ketidaknyamanan ini akan menstimulan otak kita untuk lebih kreatif dan adaptif.<br />
<span id="more-182"></span><br />
<em>Somehow</em>, apa yang Yoris omongin itu benar menurut saya. Saya merasa menjadi lebih kreatif dalam menyelesaikan tantangan usaha, lebih mudah adaptif terhadap perubahan dan juga open mind terhadap sesuatu yang baru.</p>
<p>Mudah-mudahan perasaan saya tidak salah.</p>
<p>Perubahan yang sengaja kita ciptakan ini bukan sesuatu yang mesti besar, justru yang minor, namun rutin dan kita tidak mempolakannya.</p>
<p>Semisal kebiasaan memakai arloji di tangan kanan, kita ubah ke tangan kiri. Kebiasaan menggunakan rute A menuju tempat aktifitas, kita ubah dengan rute B. Mengubah gaya rambut, gak perlu ekstrem. Mengubah tata letak meja. Mencari colokan lain untuk charging gadget. Dll.</p>
<p>Intinya melakukan perubahan kecil, sering namun tidak berpola. Silahkan dicoba selama 40 hari untuk bisa merasakan efeknya.</p>
<p>Kita jadi akan lebih kreatif dalam membuat aksi marketing, membuat slide presentasi, lebih banyak ide dan menyampaikannya dengan penuh semangat yang kreatif.</p>
<p><em>*photo credited to <a href="http://www.flickr.com/photos/42421638@N07/6989751289/">Clare Carrier</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/menciptakan-ketidaknyamanan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buka Rekening di BCA Syariah Bekasi</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/buka-rekening-di-bca-syariah-bekasi.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/buka-rekening-di-bca-syariah-bekasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 08:16:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[BCA Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Ramadhan tahun ini saya dan istri berencana untuk lebih memaksimalkan penggunaan rekening kami yang di bank syariah sebagai rekening pembayaran transfer pelanggan Pasarbatik. Fokus kami adalah bagaimana rencana ini bisa berjalan dengan baik, meskipun bertahap, namun di sisi lain pelanggan juga tetap merasa nyaman dan bahkan senang riang dengan rencana kami ini. Untuk mendukung rencana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://adhikadirgantara.com/buka-rekening-di-bca-syariah-bekasi.html/bcasyariahbekasi" rel="attachment wp-att-127"><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2010/08/bcasyariahbekasi.jpg" alt="" title="BCA Syariah" width="450" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-127" /></a></p>
<p>Ramadhan tahun ini saya dan istri berencana untuk lebih memaksimalkan penggunaan rekening kami yang di bank syariah sebagai rekening pembayaran transfer pelanggan <a href="http://pasarbatik.com">Pasarbatik</a>.</p>
<p>Fokus kami adalah bagaimana rencana ini bisa berjalan dengan baik, meskipun bertahap, namun di sisi lain pelanggan juga tetap merasa nyaman dan bahkan senang riang dengan rencana kami ini.<br />
<span id="more-124"></span><br />
Untuk mendukung rencana ini, siang tadi saya mencoba buka rekening baru di BCA Syariah Bekasi. Lokasinya di sekitar proyek, belakang Ramayana, agak kurang terlihat memang, maka perlu teliti kalau mau kesana. </p>
<p>Alamat lengkap bisa dilihat di <a href="http://de.tk/bFLhM">klikbca</a>, meskipun disitu tertulis masih menunggu persetujuan BI, namun BCA Syariah Bekasi ini sudah beroperasi normal.</p>
<p>Tidak perlu menunggu lama untuk membuka rekening baru, karena seperti bank-bank syariah lainnya, BCA Syariah Bekasi juga masih belum terlalu ramai cenderung sepi.</p>
<p>Formulir pembukaan rekening barunya mirip dengan formulir pembukaan rekening BCA konvensional, bedanya di BCA Syariah Bekasi ada penjelasan mengenai akad wadiah (titipan), yang artinya rekening kita dianggap sebagai titipan, tidak dijanjikan bagi hasil, namun jika BCA Syariah memperoleh keuntungan yang cukup besar, maka akan ada bonus bagi nasabah.</p>
<p>Dengan setoran awal minimal 100rb, maka kurang dari 30 menit rekening kita (buku beserta ATMnya) sudah bisa siap pakai. Yang menarik adalah kita bisa menentukan nomor rekening kita sendiri.</p>
<p>Terus, kenapa kami memilih membuka rekening di BCA Syariah? Ini alasannya:<br />
Transfer dari BCA konvensional (melalui ATM, klikbca ataupun lewat teller) ke BCA Syariah tidak dikenakan biaya, begitupun sebaliknya. Ini penting karena sebagian besar pelanggan Pasarbatik masih menggunakan BCA.</p>
<p>Meskipun fitur internet banking dan mobile banking belum didukung oleh BCA Syariah ini, kami yakin dan tentu menaruh harapan bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama dua fitur penting bagi pebisnis online ini bisa disediakan oleh BCA Syariah.</p>
<p>Dan jika fitur-fitur yang memudahkan orang untuk bertransaksi ini bisa juga disediakan oleh bank-bank syariah lainnya, saya yakin makin banyak orang yang akan berbondong-bondong beralih ke bank syariah karena ketentraman dan kenyamanannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/buka-rekening-di-bca-syariah-bekasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Buku Di Awal 2010</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/tiga-buku-di-awal-2010.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/tiga-buku-di-awal-2010.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 00:03:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[Buku Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Hari pertama di 2010 kemarin saya dan istri gunakan untuk jalan-jalan ke toko buku. Pilihannya yang dekat saja, Gramedia mall Metropolitan. Jalan-jalan ke toko buku selalu menjadi aktifitas yang menggairahkan, meski harus diakui lebih banyak buku yang dibeli daripada yang tuntas dibaca. Tiga buku sukses saya bawa pulang: Visual Merchandising Attraction (Rudy Jusup Sutiono), Business [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari pertama di 2010 kemarin saya dan istri gunakan untuk jalan-jalan ke toko buku. Pilihannya yang dekat saja, Gramedia mall Metropolitan.</p>
<p>Jalan-jalan ke toko buku selalu menjadi aktifitas yang menggairahkan, meski harus diakui lebih banyak buku yang dibeli daripada yang tuntas dibaca. <img src='http://adhikadirgantara.com/apps/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tiga buku sukses saya bawa pulang: <a href="http://book.store.co.id/Visual_Merchandising_Attraction._Senjata_Merayu_yang_Paling_Ampuh_agar_Orang_Membeli_Apa_pun_yang_Anda_Jual_buku_13802.html">Visual Merchandising Attraction</a> (Rudy Jusup Sutiono), <a href="http://www.elexmedia.co.id/forum/index.php?topic=16331.0">Business Genius</a> (Peter Fisk) dan <a href="http://resensibukubaru.com/resensi-buku-baru-a-crazy-global-entrepreneur/">Crazy Global Entrepreneur</a> (Richard Bronson).<br />
<span id="more-61"></span><br />
Visual Merchandising seperti botol bertemu tutupnya karena saya memang tengah mencari buku mengenai product presentation. Tahun 2010 saya menargetkan bisa membuka 2-3 gerai offline dan saya memerlukan knowledge mengenai menarik  dan membuat customer senang melalui visual merchandising.</p>
<p>Business Genius memaparkan mengenai bagaimana menumbuhkembangkan bisnis secara genius melalui intelijen dan imajinasi. Tahun 2010 akan menjadi tahun yang menantang buat bisnis karena kanal perdagangan bebas Asean (+China) mulai dibuka. Kita memerlukan terobosan-terobosan untuk tetap bertumbuh secara signifikan.</p>
<p>Buku yang paling tebal, Crazy Global Entrepreneur bertutur mengenai petualangan (gila) Sir Richard Bronson dalam membangun Virgin Group. Selalu menarik untuk membaca apa yang telah orang lakukan untuk membangun kehebatannya, terlebih mengenai seseorang yang bisa mengibarkan begitu tingginya brand Virgin tidak melalui produk yang fokus, namun produk dan layanan yang menyebar begitu luasnya.</p>
<p>Saya memutuskan membaca Crazy Global Entrepreneur terlebih dahulu. </p>
<blockquote><p>
Bisnis seharusnya adalah sesuatu yang menjadi bagian dari diri kita. Jika tidak, pasti ada yang salah dengan bisnis tersebut. (Richard Bronson)</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/tiga-buku-di-awal-2010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

