<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Adhika Dirgantara</title>
	<atom:link href="http://adhikadirgantara.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adhikadirgantara.com</link>
	<description>Visi, Ide dan Aksi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Apr 2012 04:05:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
		<item>
		<title>Onward. Maju terus&#8230;</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/onward-maju-terus.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/onward-maju-terus.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 03:59:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirational]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Dulu secara lugu saya berpikiran bahwa sebuah perusahaan mapan yang cukup besar tidak akan pernah limbung sedemikian rupa sampai kemudian jatuh. Namun seiring waktu pikiran lugu ini makin tidak dapat dipercaya. Bisnis adalah bisnis; penuh dengan tantangan dan kompetisi. Setiap perusahaan, baik yang sudah mapan maupun startup akan terus mengalami fase limbungnya sendiri-sendiri. Banyak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/04/onward_howardschultz-300x208.jpg" alt="" title="onward_howardschultz" width="300" height="208" class="alignleft size-medium wp-image-296" />Dulu secara lugu saya berpikiran bahwa sebuah perusahaan mapan yang cukup besar tidak akan pernah limbung sedemikian rupa sampai kemudian jatuh. </p>
<p>Namun seiring waktu pikiran lugu ini makin tidak dapat dipercaya.</p>
<p>Bisnis adalah bisnis; penuh dengan tantangan dan kompetisi. Setiap perusahaan, baik yang sudah mapan maupun startup akan terus mengalami fase limbungnya sendiri-sendiri. </p>
<p>Banyak yang disebabkan oleh faktor eksternal, lebih banyak lagi disebabkan oleh faktor internal.</p>
<p>Kemarin kita lihat Kodak bangkrut, hari ini kita masih melihat Nokia, RIM, Yahoo tengah dalam kegalauannya yang sangat.<br />
<span id="more-295"></span><br />
Starbucks pun pernah mengalami kegalauan yang sama. Tahun 2007 &#8211; 2009 adalah fase limbung yang sangat menekan; angka penjualan yang terus turun, harga saham merosot, ribuan gerai mesti ditutup, puluhan ribu karyawan dirumahkan. Dan kondisi ekonomi Amerika di tahun 2008 menambah runyam mimpi buruk Starbucks.</p>
<p>Howard Schultz (<em>founder</em> dan ceo Starbucks) merangkum kegalauan tersebut dalam Onward; mulai dari masa sebelum terjadi kelimbungan, sampai akhirnya bisa memetik &#8216;kemenangan&#8217;.</p>
<p>Onward adalah sebuah kisah sukses kembalinya seorang founder menjadi ceo. Tidak banyak kisah sukses seperti ini.</p>
<p>Melalui Onward, kita bisa merenungkan bahwa <em>leadership (soft skills)</em> jauh lebih diperlukan dibandingkan &#8216;sekedar&#8217;<em> marketing competence (hard skills)</em>, mempunyai tim yang tangguh adalah sebuah keharusan dan ketika tekanan datang bertubi-tubi, eksekusi yang persisten dan koheren adalah sebuah keniscayaan.</p>
<p>Kita mesti yakin dan percaya terhadap apa yang kita lakukan.</p>
<p>Howard merangkum semua hal tersebut secara sentimentil melalui Onward.</p>
<p>Saya merekomendasikan buku ini untuk Anda baca, khususnya bagi business owner.</p>
<p><em>*photo diambil dari <a href="http://thestorystock.com/2011/04/onward-by-howard-schultz-a-book-review/">sini</a>, tanpa izin.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/onward-maju-terus.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usaha Herbal, dari Obat Amandel sampai Kapsul Asam Urat</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/usaha-herbal-dari-obat-amandel-sampai-kapsul-asam-urat.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/usaha-herbal-dari-obat-amandel-sampai-kapsul-asam-urat.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 00:51:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan Usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya mau mengulas usaha salah satu kawan baik saya, Annas Ahmad. Saya mulai mengenal Annas dengan baik ketika kita sama-sama ikut berwisata bisnis yang diadakan oleh TDA Bekasi. Waktu itu Desember tahun 2009. Dalam sesi sharing di atas bis, Annas sudah bercerita mengenai bisnis obat herbalnya, Lamandel obat amandel. Seingat saya Annas baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/03/lamandel_obat_amandel.jpg"><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/03/lamandel_obat_amandel-300x285.jpg" alt="" title="lamandel_obat_amandel" width="300" height="285" class="alignright size-medium wp-image-284" /></a>Kali ini saya mau mengulas usaha salah satu kawan baik saya, <a href="http://annasahmad.wordpress.com/">Annas Ahmad</a>. </p>
<p>Saya mulai mengenal Annas dengan baik ketika kita sama-sama ikut berwisata bisnis yang diadakan oleh <a href="http://tdabekasi.com">TDA Bekasi</a>. Waktu itu Desember tahun 2009. </p>
<p>Dalam sesi sharing di atas bis, Annas sudah bercerita mengenai bisnis obat herbalnya, <a href="http://obatamandel.com/">Lamandel obat amandel</a>. Seingat saya Annas baru memulai usaha herbalnya di awal tahun 2009, namun belum genap setahun usaha herbalnya sudah berkembang dengan sangat lumayan. </p>
<p>Meskipun waktu itu Annas masih menjalankan bisnisnya secara sambilan karena masih juga bekerja di Astra.<br />
<span id="more-283"></span><br />
Selain dijajakan melalui online, obat amandelnya juga disitribusikan ke berbagai jaringan <a href="http://obatamandel.com/apotik-menyediakan-lamandel-jakarta">apotek ternama di Jabodetabek</a>. Melalui jalur <a href="http://obatamandel.com/agendistributor">agen independen</a> juga tidak kalah banyak.</p>
<p>Nampaknya Lamandel obat herbal produksi Annas ini memang luar biasa; khasiat dan keterjangkauan harganya.</p>
<p>Awal bulan kemarin, Annas bercerita kalau dia sudah resign dari Astra untuk fokus di usaha obat herbalnya. Wow, sungguh luar biasa.</p>
<p>Tidak lama setelah resign, Annas memperkenalkan produk barunya, Ki Urat,<a href="http://kapsulasamurat.com/"> kapsul asam urat</a>. </p>
<p>Saya yakin produk kapsul asam uratnya pasti tidak akan kalah moncer dengan Lamandelnya.</p>
<p>Bagi Anda yang ingin mencoba kemujaraban usaha obat herbal, silahkan bergabung menjadi distributor produk herbal Annas Ahmad.</p>
<p>Kedepan, di tengah <a href="https://www.google.co.id/search?sourceid=chrome&#038;ie=UTF-8&#038;q=An+End+To+Modern+Medicine">kegalauan orang akan pengobatan modern</a>, maka obat herbal akan menjadi alternatif yang diburu orang. Insya Allah.</p>
<p style="border: 1px solid #cccccc; background-color: #f0f8ff; padding: 5px;">Anda ingin usaha Anda masuk dalam <a href="http://adhikadirgantara.com/ulasanusaha">Ulasan Usaha</a>? Baca ketentuannya <a href="http://adhikadirgantara.com/ulasan-usaha">disini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/usaha-herbal-dari-obat-amandel-sampai-kapsul-asam-urat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Power of Big Number</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/the-power-of-big-number.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/the-power-of-big-number.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 00:49:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirational]]></category>
		<category><![CDATA[Fairtrade]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Membeli 250 juta kg kopi (terbaik) per tahun dari seluruh dunia. Apa yang langsung terbayang oleh Anda dengan angka yang cukup besar ini? Foto di atas mungkin memberikan sedikit petunjuk bagi kita darimana angka tersebut datang. 250 juta kg kopi (dan terus bertambah) adalah angka kebutuhan Starbucks akan kopi berkualitas untuk menjalankan bisnisnya setiap tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/03/HS_receiving_gift_in_Rwanda.jpg" alt="" title="" width="479" height="319" class="aligncenter size-full wp-image-273" /></p>
<p>Membeli 250 juta kg kopi (terbaik) per tahun dari seluruh dunia. </p>
<p>Apa yang langsung terbayang oleh Anda dengan angka yang cukup besar ini? Foto di atas mungkin memberikan sedikit petunjuk bagi kita darimana angka tersebut datang.</p>
<p>250 juta kg kopi (dan terus bertambah) adalah angka kebutuhan Starbucks akan kopi berkualitas untuk menjalankan bisnisnya setiap tahun di seluruh dunia. Angka ini saya dapat dari buku Onward yang tengah saya baca.<br />
<span id="more-272"></span><br />
Dengan kebutuhan yang demikian besar, Starbucks bisa &#8216;memaksa&#8217; petani kopi di dunia untuk mengolah dan menghasilkan kopi sesuai standar kualitas yang Starbucks terapkan: memperhatikan keseimbangan alam, membayar petani dengan angka di atas kewajaran, membantu komunitas setempat menuju kehidupan lebih baik, dll.</p>
<p>Dengan angka kebutuhan yang cukup besar, Starbucks bisa ikut mendorong bahwa yang paling berhak sejahtera adalah petani kopi dan bukannya cukong-cukong yang menguasai distribusi.</p>
<p>Dengan angka kebutuhan yang demikian besar, maka wajar jika banyak petani antri untuk ikut menjadi supplier dan manut saja terhadap standar kualitas dan pengolahan kopi yang Starbucks terapkan.</p>
<p>Alih-alih menghargai kopi para petani dengan harga di bawah pasaran, sesuatu yang biasanya terpikir oleh kita jika kita membeli dalam jumlah besar, (konon katanya) Starbucks malahan membeli dengan harga di atas pasaran dan lebih berkonsentrasi untuk bisa menjual kopinya dengan harga istimewa kepada para pelanggannya. </p>
<p>Ini mungkin sebabnya secangkir kopi Strabucks terasa mahal oleh saya <img src='http://adhikadirgantara.com/apps/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dengan mendukung pola perdagangan yang sedemikian rupa ini, maka wajarlah jika Starbucks (dan para mitranya) bangga, begitupun dengan para pelanggannya. Mereka menyebutnya sebagai <a href="http://www.starbucks.com/proudtosupportfairtrade/">Fair Trade</a>.</p>
<p>Semestinya, minimal ada 2 pelajaran yang bisa kita petik dari hal ini:</p>
<p>Pertama, angka besar adalah angka besar. Banyak yang bisa kita perbuat jika kita bisa menghasilkan angka besar. </p>
<p>Bukan hanya untuk kepentingan kita, namun juga lingkungan dekat, komunitas jauh yang masih terkait, masyarakat luas dan pada akhirnya turut mempercantik wajah dunia.</p>
<p>Kedua, alih-alih menekan harga serendahnya pada para supplier yang mendukung bisnis kita, kita mestinya bisa memberikan harga yang (sedikit di atas) wajar bagi para supplier. </p>
<p>Pastikan bahwa supplier masih punya budget yang cukup untuk mengimprove usaha dan produk mereka dari marjin yang dihasilkan oleh pembelian kita.</p>
<p>Jika supplier bisa menumbuhkembangkan bisnisnya dengan baik, maka bisnis kita juga bisa ikut terdorong berkembang dengan baik.</p>
<p>Konsentrasikan pikiran dan tenaga kita untuk bisa memberikan nilai tambah sebesarnya pada produk yang kita jual, sehingga pelangganpun bersedia membayarnya dengan harga yang istimewa.</p>
<p>Inilah bisnis yang &#8216;sesungguhnya&#8217;.</p>
<p>Mari beramai-rama kita ciptakan angka besar.<br />
Bukan cuma tubuh yang besar. #uhuk</p>
<p><em>*photo diambil <a href="http://www.examiner.com/starbucks-in-national/starbucks-ceo-howard-schultz-travels-to-rwanda-to-meet-with-coffee-farmers-artisans">dari sini</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/the-power-of-big-number.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahalkah Beriklan di Radio Dakta?</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/mahalkah-beriklan-di-radio-dakta.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/mahalkah-beriklan-di-radio-dakta.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2012 02:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[iklan radio]]></category>
		<category><![CDATA[radio dakta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Mahalkah beriklan di radio Dakta? Saya kurang tahu karena belum pernah melakukannya dan juga belum pernah mencari tahu dengan menghubungi langsung radio Dakta. Saya juga tidak hendak membahas perihal angka dan budget yang diperlukan untuk beriklan di radio Dakta. Lebih kepada bagaimana kita mengukur mahal atau tidaknya sebuah iklan. Menurut hemat saya, mahal atau tidaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/03/pithik-300x200.jpg" alt="" title="pithik" width="300" height="200" class="alignright size-medium wp-image-260" />Mahalkah beriklan di radio Dakta? Saya kurang tahu karena belum pernah melakukannya dan juga belum pernah mencari tahu dengan menghubungi langsung radio Dakta.</p>
<p>Saya juga tidak hendak membahas perihal angka dan budget yang diperlukan untuk beriklan di radio Dakta. Lebih kepada bagaimana kita mengukur mahal atau tidaknya sebuah iklan.</p>
<p>Menurut hemat saya, mahal atau tidaknya sebuah aksi promosi (iklan) bergantung pada 2 hal: alokasi budget dan hasil dari iklan tersebut.</p>
<p>Jika budget bukanlah masalah, menurut Anda, mahalkah jika kita mesti mengeluarkan biaya 100 juta untuk beriklan? Murahkah mengeluarkan biaya 2 juta untuk beriklan?<br />
<span id="more-255"></span><br />
Menurut saya mengeluarkan biaya 100 juta untuk beriklan adalah murah, jika kemudian iklan tersebut terukur secara valid bisa menghasilkan penjualan senilai 1 milyar. </p>
<p>Dengan margin 40%, maka biaya 100 juta bisa tertutupi dengan pemasukan yang 400 juta. Jika begini faktanya, kemungkinan besar, saya malah akan menggandakan budget iklan menjadi 200 juta untuk bisa menghasilkan 2 milyar.</p>
<p>Kebalikannya dengan mengeluarkan biaya iklan yang 2 juta bisa jadi &#8216;mahal&#8217; dan mubazir jika kemudian dari data hasil pengukuran, iklan tersebut tidak menghasilkan apapun dalam bisnis kita.</p>
<p>Kata kuncinya adalah pada ini: test dan ukur!</p>
<p>Besaran angka 100 juta atau 2 juta dikembalikan kepada kekuatan budget masing-masing. Namun pastikan dari setiap rupiah yang kita keluarkan untuk berpromosi, kita bisa mendapatkan data evaluasi yang valid sebagai hasil pengukuran.</p>
<p>Yang patut diingat bahwa iklan &#8216;hanya&#8217; akan mendatangkan prospek, sementara merubah prospek menjadi penjualan adalah sebuah aktifitas yang berbeda.</p>
<p>Bagaimana cara mengukur efektifitas sebuah iklan? Hitung prospek yang datang. Kita bisa gunakan 2 cara di bawah ini:</p>
<ol>
<li>Tanyakan secara langsung ke prospek, darimana mereka tahu produk kita.</li>
<li>Tuliskan no. telp/hp yang berbeda untuk setiap promosi yang kita lakukan. Ada no. telp khusus buat promosi melalui brosur. Ada no. telp khusus buat promosi melalui spanduk/banner. Tanpa perlu kita bertanya, kita sudah tahu jika ada telp masuk ke no. tertentu, maka itu adalah hasil dari iklan yang mana.</li>
</ol>
<p>Sederhana.</p>
<p>Dari hasil penghitungan, apakah layak untuk ditingkatkan budgetnya atau malah dihentikan?</p>
<p>Jika belum bisa terjawab dengan jelas, maka besar kemungkinan penghitungannya kurang disiplin.</p>
<p><em>*photo credited to <a href="http://www.flickr.com/photos/ahmadhakym/2587809484/">kymioflario</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/mahalkah-beriklan-di-radio-dakta.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pindah Kuadran</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/pindah-kuadran.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/pindah-kuadran.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2012 01:29:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[pindah kuadran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Saya merasa terhormat ketika secuplik perjalanan hidup saya dituliskan dengan penuh gegap gempita oleh mas Yodhia di blog Strategi+Manajemen. Kita harus mengakui bahwa mas Yodhia adalah story teller yang jempolan, sebuah perjalanan sederhana menjadi gegap gempita ditulisnya. Wajar jika tiap Senin pagi banyak orang yang menantikan tulisannya, puluhan ribu orang menjadi pembaca setia blog Strategi+Manajemen. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/03/freedom.jpg" alt="" title="freedom" width="500" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-227" />Saya merasa terhormat ketika <a href="http://strategimanajemen.net/2012/03/12/kisah-tentang-pekerja-kantoran-yang-pindah-kuadran-menjadi-juragan/">secuplik perjalanan hidup saya</a> dituliskan dengan penuh gegap gempita oleh mas Yodhia di <a href="http://strategimanajemen.net">blog Strategi+Manajemen</a>.</p>
<p>Kita harus mengakui bahwa mas Yodhia adalah <em>story teller</em> yang jempolan, sebuah perjalanan sederhana menjadi gegap gempita ditulisnya. </p>
<p>Wajar jika tiap Senin pagi banyak orang yang menantikan tulisannya, puluhan ribu orang menjadi pembaca setia blog Strategi+Manajemen.</p>
<p>Secuplik perjalanan hidup tersebut adalah ketika saya berpindah kuadran dari seorang staf IT kontrak di sebuah perusahaan multinasional (Pfizer) dan memutuskan resign, berpetualang menjadi wiruasahawan.<br />
<span id="more-226"></span><br />
Menarik menyimak berbagai komentar dalam tulisan tersebut, khususnya ketika banyak orang bertanya dan menyampaikan pendapat mengenai bagaimana baiknya proses berpindah kuadran tersebut dilakukan.</p>
<p>Saya tidak punya jawaban yang <em>ces pleng</em> untuk menjawab bagaimana sebaiknya agar proses pindah kuadran berlangsung mulus. Kemampuan dan mental seseorang tentu saja berbeda; jalan yang saya lalui (dan terus saya perjuangkan sampai hari ini), besar kemungkinan tidak cocok bagi orang lain.</p>
<p>Disini saya coba berbagi apa yang saya ingat ketika saya berpindah kuadran 6 tahun yang lalu, <em>almost</em>.</p>
<p>Saya tidak punya alasan (kuat) lain ketika saya ingin <em>resign</em> waktu itu selain saya merasa letih dengan ritual berangkat kerja pagi dan pulang kembali ketika hari sudah gelap.</p>
<p>Kegaduhan jalanan Jakarta juga membuat saya makin kehilangan akal dan terus bertanya, sampai kapan saya mau begini. Waktu itu saya naik motor Bekasi-Sudirman, kira-kira 2 jam perjalanan.</p>
<p>Setelah <em>resign</em> (Nov 2006), saya masih mengajukan lamaran kerja melalui berbagai situs lowongan kerja, namun terus terang saja tidak terlalu serius karena memang dalam hati kecil ingin berusaha sendiri.</p>
<p>Waktu itu saya belum menikah dan tabungan juga tidak seberapa, hanya mampu buat hidup 3 bulan. </p>
<p>Satu hal yang saya tegaskan ke keluarga dan orang tua bahwa saya bisa membiayai hidup saya sendiri. Penegasan ini juga diiringi tindakan; saya mulai mengerjakan apapun yang bisa menghasilkan.</p>
<p>Saya mulai mengerjakan project IT (subkon), tapi cuma 1 project yang hadir. Saya mulai membuka usaha isi ulang tinta, Rumah Tinta. Cuma berlangsung 3 bulan dan bangkrut.</p>
<p>Di tengah kegalauan ini, saya menikahi istri saya pada Juni 2007. Enam bulan pertama saya masih serabutan.  </p>
<p>Sampai akhirnya Desember 2007, saya bersama istri meluncurkan <a href="http://pasarbatik.com">Pasarbatik.com</a> dan alhamdulillah terus berkembang sampai sekarang. </p>
<p>Saya belajar banyak hal.</p>
<p>Tahun 2010, saya mendirikan <a href="http://outletdinar.com">OutletDinar</a>. Dan awal tahun 2012 ini, kendali bisnis batik sepenuhnya ditangani oleh istri, saya fokus mengembangkan usaha investasi emas.</p>
<p>Tentu saja saya masih jauh dari sukses, namun saya menikmati petualangan ini.</p>
<p>Saya percaya bahwa berpindah kuadran adalah sesuatu yang &#8216;sederhana&#8217;, hanya memerlukan kebulatan tekad dan yakin bisa menaklukkan tantangan didepannya.</p>
<p>Saya tidak ada rencana yang kuat waktu <em>resign</em>. Tabungan juga tidak seberapa. Keluarga tidak sepenuhnya tahu apa yang saya lakukan; mendukung penuh rasanya tidak, namun menolak secara keras juga alhamdulillah tidak.</p>
<p>Kualitas hidup saya menurun drastis setelah resign; makan bisa cuma sekali sehari dan seringkali seporsi berdua istri. </p>
<p>Alhamdulillah istri tidak mengeluh, meskipun saya tahu dari raut mukanya kala itu kalau dia agak sedih dan khawatir.</p>
<p>Kualitas hidup baru beranjak membaik ketika saya mendirikan Pasarbatik dan alhamdulillah terus naik sampai sekarang.</p>
<p>Kalau ditanya mengenai tips bagaimana pindah kuadran. Sungguh saya tak punya.</p>
<p>Saya cuma bisa mengatakan, jika memang sudah yakin dan bulat tekad, ya lakukan saja. </p>
<p>Persiapan secanggih apapun bisa jadi tidak ada gunanya karena tantangan di depan seringkali tidak terduga. Justru disinilah &#8216;kehidupan&#8217; sesungguhnya.</p>
<p>Manusia adalah makhluk paling adaptif. Pasti bisa menuntaskan tantangan seberapapun beratnya, insyaAllah.</p>
<p>Ambil kendali terhadap hidup kita dan bertanggungjawablah terhadap apa yang kita putuskan untuk dijalani. </p>
<p>Yakinlah, Allah SWT selalu menyertai.</p>
<p><em>*photo credited to <a href="http://www.flickr.com/photos/io_nia/3852526534/">Fedori Natalia</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/pindah-kuadran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peluang Usaha Grosir Kaos Nan Keren</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/peluang-usaha-grosir-kaos-nan-keren.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/peluang-usaha-grosir-kaos-nan-keren.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2012 01:53:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan Usaha]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis kaos]]></category>
		<category><![CDATA[grosir kaos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=217</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya mulai ulasan usaha mengenai bisnis grosir kaos yang dijalankan oleh mbak Imah, kakak ipar saya, istri dari mas Yodhia. Usaha grosir kaos ini dirintis sejak tahun 2009. Dengan support penuh dari mas Yodhia, usaha ini dimulai dengan desain kaos kurang dari 10 macam dan hanya dijajakan secara online melalui web bisniskaos.com. Kini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://bisniskaos.com/apps23//home/biskaos/public_html/wp-content/uploads/2011/02/garuda-emas-1.jpg" class="alignleft" width="400" height="300" />Kali ini saya mulai <a href="http://adhikadirgantara.com/ulasan-usaha">ulasan usaha</a> mengenai bisnis <a href="http://bisniskaos.com/">grosir kaos</a> yang dijalankan oleh mbak Imah, kakak ipar saya, istri dari <a href="http://strategimanajemen.net">mas Yodhia</a>.</p>
<p>Usaha <a href="http://bisniskaos.com/">grosir kaos</a> ini dirintis sejak tahun 2009. Dengan support penuh dari mas Yodhia, usaha ini dimulai dengan desain kaos kurang dari 10 macam dan hanya dijajakan secara online melalui web <a href="http://bisniskaos.com/">bisniskaos.com</a>.<br />
<span id="more-217"></span><br />
Kini setelah hampir 3 tahun berjalan, usaha kaos onlinenya ini makin menggurita; desain kaosnya sudah lebih dari 40 macam, agennya sudah tidak terhitung; dari Sabang sampai Merauke.</p>
<p>Yang lebih mengharukan, beberapa agen kaosnya sampai resign dari kantor dan terjun makin serius menjadi pebisnis kaos. Wow.</p>
<p>Kaosnya memang nyaman, harganya murah, desainnya juga keren (saat ini didominasi desain <a href="http://bisniskaos.com/category/desain-tema-sepakbola/">kaos bola</a>) dan untuk <a href="http://bisniskaos.com/menjadi-agen/">menjadi agen kaos</a>nya juga mudah. Hanya dengan membeli 10 potong kaos, sudah otomatis menjadi agen dan mendapat potongan harga sampai 40%.</p>
<p>Hampir seluruh koleksi kaos oblong saya sekarang berasal dari bisniskaos.com ini dan kaos desain garuda yang saya tampilkan di atas termasuk yang paling saya suka.</p>
<p>Bagi Anda yang ingin mencoba berbisnis, menjadi <a href="http://bisniskaos.com/menjadi-agen/">agen bisniskaos.com</a> layak menjadi pilihan yang patut direnungkan.</p>
<p style="border: 1px solid #cccccc; background-color: #f0f8ff; padding: 5px;">Anda ingin usaha Anda masuk dalam <a href="http://adhikadirgantara.com/ulasanusaha">Ulasan Usaha</a>? Baca ketentuannya <a href="http://adhikadirgantara.com/ulasan-usaha">disini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/peluang-usaha-grosir-kaos-nan-keren.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya Suka&#8230; Saya Harap&#8230;</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/saya-suka-saya-harap.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/saya-suka-saya-harap.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Mar 2012 01:39:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Life]]></category>
		<category><![CDATA[games]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Dalam banyak kesempatan, saya sering merenungkan apakah benar ada kritik yang membangun ketika kritik tersebut diutarakan secara &#8216;semena-mena&#8217;. Dalam kalimat lain, apakah benar ada kritik yang kemudian bisa diterima dengan baik oleh yang dikritik, mendatangkan perenungan dan melahirkan tindakan, sementara kritik tersebut disampaikan secara pedas dan menyakitkan. Dalam banyak komunitas, milis dan perkumpulan lain, kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam banyak kesempatan, saya sering merenungkan apakah benar ada kritik yang membangun ketika kritik tersebut diutarakan secara &#8216;semena-mena&#8217;.</p>
<p>Dalam kalimat lain, apakah benar ada kritik yang kemudian bisa diterima dengan baik oleh yang dikritik, mendatangkan perenungan dan melahirkan tindakan, sementara kritik tersebut disampaikan secara pedas dan menyakitkan.</p>
<p><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/03/friendship.png" alt="" title="friendship" width="502" height="324" class="aligncenter size-full wp-image-208" /></p>
<p>Dalam banyak komunitas, milis dan perkumpulan lain, kita menyaksikan kritik menjadi semacam pelampiasan syahwat; pengkritik yang digdaya dan objek kritikan yang terpojok.</p>
<p>Alih-alih mengharapkan perubahan, yang lahir malah resistensi dan cideranya hubungan.</p>
<p>Jadi, adakah kritik yang fun dan bisa mendorong perubahan?<br />
<span id="more-206"></span><br />
Ternyata ada. Menghadirkan kritik yang mendorong perubahan dan tetap fun kunci utamanya cuma ada di masalah bagaimana kita menyampaikannya, berdasar pada suasana hati yang paling dalam dari yang menyampaikan kritik.</p>
<p>Pada sebuah acara mentoring bisnis, kami pernah melakukan semacam permainan yang kami sebut sebagai: saya suka, saya harap.</p>
<p>Permainan ini menempatkan salah satu dari kami di tengah arena dan yang lain melingkarinya.</p>
<p>Satu persatu kawan yang melingkari menyampaikan masukan kepada kawan yang di tengah dengan &#8216;format&#8217;: saya suka&#8230; saya harap&#8230;.</p>
<p>Kawan yang ditengah saling bertukar pandang dan berhadapan persis dengan yang menyampaikan kritik.</p>
<blockquote><p>&#8220;Saya suka mas Ali ini orang taktis dan cekatan. Tiap punya ide, bisa langsung dieksekusi dengan baik.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya juga suka mas Ali orangnya supel, gampang akrab dengan orang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Yang saya harap dari mas Ali agar bisa menjaga kesehatan, menjaga pola makan. Saya harap mas Ali juga bisa belajar berkata tidak, sehingga tidak semua permintaan orang diikuti, belajar untuk berprioritas.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya harap mas Ali juga tidak gampang meledak-ledak, bisa mendengar dan menyimak ide orang lain, mengurangi kadar keras kepalanya.&#8221;</p></blockquote>
<p>Karena penyampaian kritik ini dieksekusi dalam format permainan dan format penyampaian yang fun dalam bahasa yang juga tidak memojokkan; kita semua jadi ikut fun, tidak merasa terintimidasi dengan kritik, bahkan saling menimpali dengan celetukan yang pedas, namun rasanya tidak ada yang sakit hati, semua saling menyampaikan secara jujur dan merenungkan dengan legowo.</p>
<p>Menurut saya, tiga faktor yang bisa membuat proses kritik membangun ini berhasil adalah: kedekatan personal, disampaikan dengan bahasa yang positif dan fun, serta suasana hati yang dibangun antara pengkritik dan yang menerima kritik.</p>
<p>Tentu saja permainan, berbeda dengan situasi nyata. Namun jika tiga faktor di atas bisa dijadikan acuan dalam kita bersosial, maka mestinya hidup ini tak ubahnya seperti permainan.</p>
<p>Saya suka&#8230; saya harap. Kalimat ini saja sudah mendemonstrasikan suasana kerendahan hati dari yang menyampaikan kritik. Maka wajarnya yang diberikan kritik juga bisa menerimanya dengan baik.</p>
<p>Silahkan dicoba, saya juga masih terus berupaya. Semoga bermanfaat.</p>
<p><em>*photo credited to <a href="http://www.flickr.com/photos/selvin/2394809393/">[selvin]</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/saya-suka-saya-harap.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebesar Mungkin atau Sesedikit Mungkin</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/sebesar-mungkin-atau-sesedikit-mungkin.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/sebesar-mungkin-atau-sesedikit-mungkin.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2012 23:56:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Anda ingin punya bisnis yang tumbuh sebesar mungkin atau bisnis yang sesedikit mungkin mengganggu kehidupan Anda?&#8221; Sepertinya saya bisa menebak jawaban Anda. OK, mari kita teriakkan bersama-sama: &#8220;Saya ingin memiliki bisnis yang tumbuh sebesar mungkin dan sesedikit mungkin mengganggu kehidupan saya!&#8221; Itu berarti selain fokus pada pertumbuhan angka-angka penjualan, konsentrasi kita juga tidak kalah tinggi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/03/keluarga_bahagia.png" alt="" title="keluarga_bahagia" width="504" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-192" /></p>
<p>&#8220;Anda ingin punya bisnis yang tumbuh sebesar mungkin atau bisnis yang sesedikit mungkin mengganggu kehidupan Anda?&#8221;<br />
<span id="more-191"></span><br />
Sepertinya saya bisa menebak jawaban Anda.</p>
<p>OK, mari kita teriakkan bersama-sama: </p>
<p><strong>&#8220;Saya ingin memiliki bisnis yang tumbuh sebesar mungkin dan sesedikit mungkin mengganggu kehidupan saya!&#8221;</strong></p>
<p>Itu berarti selain fokus pada pertumbuhan angka-angka penjualan, konsentrasi kita juga tidak kalah tinggi pada <em>team building</em> dan <em>organization development</em>.</p>
<p>Untuk membangun usaha yang sukses, kita mesti punya tim yang kuat dan kompeten. Membangun system yang mendorong pertumbuhan positif, <em>improved!</em></p>
<p>Budget investasi kita pada <em>people</em> tidak lebih kecil daripada budget marketing.</p>
<p>Aktifitas jualan kita tidak lebih mendominasi aktifitas keseharian dibandingkan aktifitas membangun tim dan mengkreasikan system, mendorongnya sampai performa puncak.</p>
<p>Mimpi mesti tergambar dan terafirmasi secara jelas dan diikuti oleh action harian yang konsisten dan persisten menggapai cita sedari mula.</p>
<p>Bukan nanti, tapi sekarang.</p>
<p>Mari kita pekikkan lagi mimpi kita, jadikan ritual pagi:</p>
<p><strong>&#8220;Saya ingin memiliki bisnis yang tumbuh sebesar mungkin dan sesedikit mungkin mengganggu kehidupan saya!&#8221;</strong></p>
<p><em>*photo credited to <a href="http://www.flickr.com/photos/neleenjan/3590124900/">Nele en Jan</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/sebesar-mungkin-atau-sesedikit-mungkin.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menciptakan Ketidaknyamanan</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/menciptakan-ketidaknyamanan.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/menciptakan-ketidaknyamanan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Mar 2012 23:22:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Kenyamanan seringkali lahir dari kebiasaan. Dalam kehidupan keseharian, saya sering melakukan pengubahan/modifikasi terhadap kebiasaan, dengan sengaja menciptakan ketidaknyamanan-ketidaknyamanan kecil. Saya belajar hal ini dari Yoris. Konon katanya dengan mengubah kebiasaan, tidak terpaku pada satu hal dan menciptakan secara sengaja ketidaknyamanan ini akan menstimulan otak kita untuk lebih kreatif dan adaptif. Somehow, apa yang Yoris omongin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/03/kreatifitas_straws.jpg"><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/03/kreatifitas_straws-300x200.jpg" alt="" title="kreatifitas_straws" width="300" height="200" class="alignright size-medium wp-image-183" /></a>Kenyamanan seringkali lahir dari kebiasaan. Dalam kehidupan keseharian, saya sering melakukan pengubahan/modifikasi terhadap kebiasaan, dengan sengaja menciptakan ketidaknyamanan-ketidaknyamanan kecil.</p>
<p>Saya belajar hal ini dari <a href="http://yorissebastian.com/">Yoris</a>. Konon katanya dengan mengubah kebiasaan, tidak terpaku pada satu hal dan menciptakan secara sengaja ketidaknyamanan ini akan menstimulan otak kita untuk lebih kreatif dan adaptif.<br />
<span id="more-182"></span><br />
<em>Somehow</em>, apa yang Yoris omongin itu benar menurut saya. Saya merasa menjadi lebih kreatif dalam menyelesaikan tantangan usaha, lebih mudah adaptif terhadap perubahan dan juga open mind terhadap sesuatu yang baru.</p>
<p>Mudah-mudahan perasaan saya tidak salah.</p>
<p>Perubahan yang sengaja kita ciptakan ini bukan sesuatu yang mesti besar, justru yang minor, namun rutin dan kita tidak mempolakannya.</p>
<p>Semisal kebiasaan memakai arloji di tangan kanan, kita ubah ke tangan kiri. Kebiasaan menggunakan rute A menuju tempat aktifitas, kita ubah dengan rute B. Mengubah gaya rambut, gak perlu ekstrem. Mengubah tata letak meja. Mencari colokan lain untuk charging gadget. Dll.</p>
<p>Intinya melakukan perubahan kecil, sering namun tidak berpola. Silahkan dicoba selama 40 hari untuk bisa merasakan efeknya.</p>
<p>Kita jadi akan lebih kreatif dalam membuat aksi marketing, membuat slide presentasi, lebih banyak ide dan menyampaikannya dengan penuh semangat yang kreatif.</p>
<p><em>*photo credited to <a href="http://www.flickr.com/photos/42421638@N07/6989751289/">Clare Carrier</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/menciptakan-ketidaknyamanan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Business Chasis</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/business-chasis.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/business-chasis.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Feb 2012 08:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Modal Usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda punya target revenue usaha di 2012 (pastinya punya tho) dan punya catatan terkait poin-poin kerangka bisnis di atas selama 2011, maka coba urutkan mundur angka-angka serta pertumbuhan yang mesti Anda targetkan pada tiap poin kerangka bisnis; dari total revenue, mundur ke belakang. Yang berwarna merah adalah AKIBAT, sementara yang berwarna putih adalah SEBAB. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/02/business_chasis.png"><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/02/business_chasis-300x175.png" alt="" title="business_chasis" width="300" height="175" class="aligncenter size-medium wp-image-166" /></a></p>
<p>Jika Anda punya target revenue usaha di 2012 (pastinya punya tho) dan punya catatan terkait poin-poin kerangka bisnis di atas selama 2011, maka coba urutkan mundur angka-angka serta pertumbuhan yang mesti Anda targetkan pada tiap poin kerangka bisnis; dari total revenue, mundur ke belakang.</p>
<p>Yang berwarna merah adalah AKIBAT, sementara yang berwarna putih adalah SEBAB. Kita fokus pada bagaimana menaikkan variable SEBAB tersebut, maka otomatis akan menaikkan AKIBAT.</p>
<p>Yang memperkenalkan <a href="http://www.actioncoach.com/The-Business-Chassis?pressid=1186">Business Chasis</a> ini adalah oom Brad Sugar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/business-chasis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

