<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Adhika Dirgantara &#187; Inspirational</title>
	<atom:link href="http://adhikadirgantara.com/inspirational/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adhikadirgantara.com</link>
	<description>Visi, Ide dan Aksi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Apr 2012 04:05:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
		<item>
		<title>Onward. Maju terus&#8230;</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/onward-maju-terus.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/onward-maju-terus.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2012 03:59:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirational]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[Dulu secara lugu saya berpikiran bahwa sebuah perusahaan mapan yang cukup besar tidak akan pernah limbung sedemikian rupa sampai kemudian jatuh. Namun seiring waktu pikiran lugu ini makin tidak dapat dipercaya. Bisnis adalah bisnis; penuh dengan tantangan dan kompetisi. Setiap perusahaan, baik yang sudah mapan maupun startup akan terus mengalami fase limbungnya sendiri-sendiri. Banyak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/04/onward_howardschultz-300x208.jpg" alt="" title="onward_howardschultz" width="300" height="208" class="alignleft size-medium wp-image-296" />Dulu secara lugu saya berpikiran bahwa sebuah perusahaan mapan yang cukup besar tidak akan pernah limbung sedemikian rupa sampai kemudian jatuh. </p>
<p>Namun seiring waktu pikiran lugu ini makin tidak dapat dipercaya.</p>
<p>Bisnis adalah bisnis; penuh dengan tantangan dan kompetisi. Setiap perusahaan, baik yang sudah mapan maupun startup akan terus mengalami fase limbungnya sendiri-sendiri. </p>
<p>Banyak yang disebabkan oleh faktor eksternal, lebih banyak lagi disebabkan oleh faktor internal.</p>
<p>Kemarin kita lihat Kodak bangkrut, hari ini kita masih melihat Nokia, RIM, Yahoo tengah dalam kegalauannya yang sangat.<br />
<span id="more-295"></span><br />
Starbucks pun pernah mengalami kegalauan yang sama. Tahun 2007 &#8211; 2009 adalah fase limbung yang sangat menekan; angka penjualan yang terus turun, harga saham merosot, ribuan gerai mesti ditutup, puluhan ribu karyawan dirumahkan. Dan kondisi ekonomi Amerika di tahun 2008 menambah runyam mimpi buruk Starbucks.</p>
<p>Howard Schultz (<em>founder</em> dan ceo Starbucks) merangkum kegalauan tersebut dalam Onward; mulai dari masa sebelum terjadi kelimbungan, sampai akhirnya bisa memetik &#8216;kemenangan&#8217;.</p>
<p>Onward adalah sebuah kisah sukses kembalinya seorang founder menjadi ceo. Tidak banyak kisah sukses seperti ini.</p>
<p>Melalui Onward, kita bisa merenungkan bahwa <em>leadership (soft skills)</em> jauh lebih diperlukan dibandingkan &#8216;sekedar&#8217;<em> marketing competence (hard skills)</em>, mempunyai tim yang tangguh adalah sebuah keharusan dan ketika tekanan datang bertubi-tubi, eksekusi yang persisten dan koheren adalah sebuah keniscayaan.</p>
<p>Kita mesti yakin dan percaya terhadap apa yang kita lakukan.</p>
<p>Howard merangkum semua hal tersebut secara sentimentil melalui Onward.</p>
<p>Saya merekomendasikan buku ini untuk Anda baca, khususnya bagi business owner.</p>
<p><em>*photo diambil dari <a href="http://thestorystock.com/2011/04/onward-by-howard-schultz-a-book-review/">sini</a>, tanpa izin.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/onward-maju-terus.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Power of Big Number</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/the-power-of-big-number.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/the-power-of-big-number.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Mar 2012 00:49:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirational]]></category>
		<category><![CDATA[Fairtrade]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Membeli 250 juta kg kopi (terbaik) per tahun dari seluruh dunia. Apa yang langsung terbayang oleh Anda dengan angka yang cukup besar ini? Foto di atas mungkin memberikan sedikit petunjuk bagi kita darimana angka tersebut datang. 250 juta kg kopi (dan terus bertambah) adalah angka kebutuhan Starbucks akan kopi berkualitas untuk menjalankan bisnisnya setiap tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2012/03/HS_receiving_gift_in_Rwanda.jpg" alt="" title="" width="479" height="319" class="aligncenter size-full wp-image-273" /></p>
<p>Membeli 250 juta kg kopi (terbaik) per tahun dari seluruh dunia. </p>
<p>Apa yang langsung terbayang oleh Anda dengan angka yang cukup besar ini? Foto di atas mungkin memberikan sedikit petunjuk bagi kita darimana angka tersebut datang.</p>
<p>250 juta kg kopi (dan terus bertambah) adalah angka kebutuhan Starbucks akan kopi berkualitas untuk menjalankan bisnisnya setiap tahun di seluruh dunia. Angka ini saya dapat dari buku Onward yang tengah saya baca.<br />
<span id="more-272"></span><br />
Dengan kebutuhan yang demikian besar, Starbucks bisa &#8216;memaksa&#8217; petani kopi di dunia untuk mengolah dan menghasilkan kopi sesuai standar kualitas yang Starbucks terapkan: memperhatikan keseimbangan alam, membayar petani dengan angka di atas kewajaran, membantu komunitas setempat menuju kehidupan lebih baik, dll.</p>
<p>Dengan angka kebutuhan yang cukup besar, Starbucks bisa ikut mendorong bahwa yang paling berhak sejahtera adalah petani kopi dan bukannya cukong-cukong yang menguasai distribusi.</p>
<p>Dengan angka kebutuhan yang demikian besar, maka wajar jika banyak petani antri untuk ikut menjadi supplier dan manut saja terhadap standar kualitas dan pengolahan kopi yang Starbucks terapkan.</p>
<p>Alih-alih menghargai kopi para petani dengan harga di bawah pasaran, sesuatu yang biasanya terpikir oleh kita jika kita membeli dalam jumlah besar, (konon katanya) Starbucks malahan membeli dengan harga di atas pasaran dan lebih berkonsentrasi untuk bisa menjual kopinya dengan harga istimewa kepada para pelanggannya. </p>
<p>Ini mungkin sebabnya secangkir kopi Strabucks terasa mahal oleh saya <img src='http://adhikadirgantara.com/apps/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dengan mendukung pola perdagangan yang sedemikian rupa ini, maka wajarlah jika Starbucks (dan para mitranya) bangga, begitupun dengan para pelanggannya. Mereka menyebutnya sebagai <a href="http://www.starbucks.com/proudtosupportfairtrade/">Fair Trade</a>.</p>
<p>Semestinya, minimal ada 2 pelajaran yang bisa kita petik dari hal ini:</p>
<p>Pertama, angka besar adalah angka besar. Banyak yang bisa kita perbuat jika kita bisa menghasilkan angka besar. </p>
<p>Bukan hanya untuk kepentingan kita, namun juga lingkungan dekat, komunitas jauh yang masih terkait, masyarakat luas dan pada akhirnya turut mempercantik wajah dunia.</p>
<p>Kedua, alih-alih menekan harga serendahnya pada para supplier yang mendukung bisnis kita, kita mestinya bisa memberikan harga yang (sedikit di atas) wajar bagi para supplier. </p>
<p>Pastikan bahwa supplier masih punya budget yang cukup untuk mengimprove usaha dan produk mereka dari marjin yang dihasilkan oleh pembelian kita.</p>
<p>Jika supplier bisa menumbuhkembangkan bisnisnya dengan baik, maka bisnis kita juga bisa ikut terdorong berkembang dengan baik.</p>
<p>Konsentrasikan pikiran dan tenaga kita untuk bisa memberikan nilai tambah sebesarnya pada produk yang kita jual, sehingga pelangganpun bersedia membayarnya dengan harga yang istimewa.</p>
<p>Inilah bisnis yang &#8216;sesungguhnya&#8217;.</p>
<p>Mari beramai-rama kita ciptakan angka besar.<br />
Bukan cuma tubuh yang besar. #uhuk</p>
<p><em>*photo diambil <a href="http://www.examiner.com/starbucks-in-national/starbucks-ceo-howard-schultz-travels-to-rwanda-to-meet-with-coffee-farmers-artisans">dari sini</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/the-power-of-big-number.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berawal Dari Sekantong Baju</title>
		<link>http://adhikadirgantara.com/berawal-dari-sekantong-baju.html</link>
		<comments>http://adhikadirgantara.com/berawal-dari-sekantong-baju.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 01:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirgaa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirational]]></category>
		<category><![CDATA[KMM3 Bekasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhikadirgantara.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Awal bulan Juni lalu, saya dan kawan-kawan KMM3 Bekasi bersilaturahim ke pak Afrizal, owner BajuPoeti.Com, di Cikarang. Silaturahim selalu membawa &#8216;rezeki&#8217;, terlebih silaturahim ke pedagang sukses semacam pak Afrizal, banyak &#8216;daging&#8217; yang bisa kita dapatkan. Perjalanan usahanya dimulai dari sekantong besar baju poeti dan sekarang rata-rata omzet hariannya tidak kurang dari angka 20juta. Tahun 2009 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://adhikadirgantara.com/apps/wp-content/uploads/2009/06/IMG_0067.JPG" alt="Pak Afrizal" title="Pak Afrizal" width="500" height="333" class="aligncenter size-full wp-image-18" /></p>
<p>Awal bulan Juni lalu, saya dan kawan-kawan <a href="http://adhikadirgantara.com/tag/kmm3-bekasi/">KMM3 Bekasi</a> bersilaturahim ke pak Afrizal, owner <a href="http://bajupoeti.com">BajuPoeti.Com</a>, di Cikarang.</p>
<p>Silaturahim selalu membawa &#8216;rezeki&#8217;, terlebih silaturahim ke pedagang sukses semacam pak Afrizal, banyak &#8216;daging&#8217; yang bisa kita dapatkan.<br />
<span id="more-17"></span><br />
Perjalanan usahanya dimulai dari sekantong besar baju poeti dan sekarang rata-rata omzet hariannya tidak kurang dari angka 20juta. Tahun 2009 ini ditargetkan bisa meraih omzet 4M. Dan ini semua diraih dalam rentang waktu sekitar 3 tahun.</p>
<p>Luar biasa bukan? Apa saja &#8216;rahasianya&#8217;? Berikut beberapa yang bisa saya serap dari hasil silaturahim kemarin.</p>
<p><strong>Yakin dan percaya diri</strong>. Yakin dan percaya diri terhadap produk yang dipasarkan dan terhadap pilihan untuk mulai berdagang. Jika kita sudah kurang pe-de dengan produk kita, maka itu berarti tinggal 50% saja semangat kita untuk menawarkan barang. Jika kita kurang pe-de dengan pilihan berdagang, maka kita juga malu-malu untuk mengenalkan diri kita sebagai pedagang dan menawarkan dagangan kita.</p>
<p>Di awal memasarkan baju poeti, di setiap kesempatan pak Afrizal mempromosikan usahanya, saat ketemu saudara, ngantri di loket PLN, pas potong rambut, dll. Cara ini membuat orang ingat dengan pak Afrizal dan usahanya.</p>
<p>Poin berikutnya adalah <strong>internet</strong>, ini yang menjadi pengungkit berkembangnya usaha pak Afrizal. Bermula dari <a href="http://www.katalog-poeti.blogspot.com/">blog ini</a>, pak Afrizal mengenalkan produknya. Saya berpikir pasti promosinya gencar, ternyata saya salah. Pak Afrizal hanya menambahkan alamat blognya pada <em>signature</em> email, sehingga tiap kali dia kirim email kemanapun, maka orang yang menerima akan tahu mengenai <a href="http://www.katalog-poeti.blogspot.com/">Katalog Poeti</a>.</p>
<p>Nah, yang terakhir adalah ini: <strong>menjaga silaturahim dengan agen/pelanggan</strong>. Dalam bahasa manajemen modern disebut sebagai <em>customer relationship management</em>. Pak Afrizal menjaga betul hubungan dengan para agennya, meski lama tidak melakukan order, namun hubungan tetap dijaga. Terbukti, dengan cara tetap menjaga hubungan, agen yang lama tidak melakukan order, setelah sekian lama kembali melakukan order.</p>
<p>Dari sekantong plastik menjadi bisnis beromzet milyaran, mau?</p>
<p><em>*foto lebih lengkap bisa dilihat <a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=84116&#038;id=502672249&#038;l=c9e12c0cca">di Facebook saya</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhikadirgantara.com/berawal-dari-sekantong-baju.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

