in Business

Mahalkah Beriklan di Radio Dakta?

Mahalkah beriklan di radio Dakta? Saya kurang tahu karena belum pernah melakukannya dan juga belum pernah mencari tahu dengan menghubungi langsung radio Dakta.

Saya juga tidak hendak membahas perihal angka dan budget yang diperlukan untuk beriklan di radio Dakta. Lebih kepada bagaimana kita mengukur mahal atau tidaknya sebuah iklan.

Menurut hemat saya, mahal atau tidaknya sebuah aksi promosi (iklan) bergantung pada 2 hal: alokasi budget dan hasil dari iklan tersebut.

Jika budget bukanlah masalah, menurut Anda, mahalkah jika kita mesti mengeluarkan biaya 100 juta untuk beriklan? Murahkah mengeluarkan biaya 2 juta untuk beriklan?

Menurut saya mengeluarkan biaya 100 juta untuk beriklan adalah murah, jika kemudian iklan tersebut terukur secara valid bisa menghasilkan penjualan senilai 1 milyar.

Dengan margin 40%, maka biaya 100 juta bisa tertutupi dengan pemasukan yang 400 juta. Jika begini faktanya, kemungkinan besar, saya malah akan menggandakan budget iklan menjadi 200 juta untuk bisa menghasilkan 2 milyar.

Kebalikannya dengan mengeluarkan biaya iklan yang 2 juta bisa jadi ‘mahal’ dan mubazir jika kemudian dari data hasil pengukuran, iklan tersebut tidak menghasilkan apapun dalam bisnis kita.

Kata kuncinya adalah pada ini: test dan ukur!

Besaran angka 100 juta atau 2 juta dikembalikan kepada kekuatan budget masing-masing. Namun pastikan dari setiap rupiah yang kita keluarkan untuk berpromosi, kita bisa mendapatkan data evaluasi yang valid sebagai hasil pengukuran.

Yang patut diingat bahwa iklan ‘hanya’ akan mendatangkan prospek, sementara merubah prospek menjadi penjualan adalah sebuah aktifitas yang berbeda.

Bagaimana cara mengukur efektifitas sebuah iklan? Hitung prospek yang datang. Kita bisa gunakan 2 cara di bawah ini:

  1. Tanyakan secara langsung ke prospek, darimana mereka tahu produk kita.
  2. Tuliskan no. telp/hp yang berbeda untuk setiap promosi yang kita lakukan. Ada no. telp khusus buat promosi melalui brosur. Ada no. telp khusus buat promosi melalui spanduk/banner. Tanpa perlu kita bertanya, kita sudah tahu jika ada telp masuk ke no. tertentu, maka itu adalah hasil dari iklan yang mana.

Sederhana.

Dari hasil penghitungan, apakah layak untuk ditingkatkan budgetnya atau malah dihentikan?

Jika belum bisa terjawab dengan jelas, maka besar kemungkinan penghitungannya kurang disiplin.

*photo credited to kymioflario.

Saya tengah membangun kebiasaan menulis dengan apdet artikel di blog ini setiap hari Rabu dan berencana melakukannya selama 365 hari (30 Juli 2014 s/d 30 Juli 2015). Jika Anda ingin ikut serta menyemangati saya, silahkan bergabung melalui halaman Get Updates! Thanks :)

Write a Comment

Comment