Adhika Dirgantara

Visi, Ide dan Aksi

Adhika Dirgantara header image 2

Operasional dan Marketing

August 13th, 2010 · No Comments · Business

Operasional (termasuk di dalamnya produksi) dan marketing, mana yang harus didahulukan ketika awal memulai usaha ketika budget masih minim.

Pertanyaan ini mirip dengan pertanyaan ayam dan telor, mana duluan? Telor ataukah ayam?

Agak sulit mencari jawaban yang jitu, maka jawaban mudah dan bijaksananya adalah kerjakan dahulu mana yang lebih mudah (dan lebih memungkinkan secara budget) bagi kita, seimbangkan dan terus lakukan perbaikan.

Yang pasti jangan cuma dipikirkan, namun tidak ada satupun yang kemudian dikerjakan. Ngelamun.

Saya sendiri lebih menyukai mendahulukan marketing ketimbang produksi. Mendahulukan disini bukan berarti sisi produksi tidak dipikirkan sama sekali. Tetap dipikirkan, namun porsinya tidak sebesar porsi memikirkan sisi marketing.

Kenapa?

Dulu ketika saya mencoba buka usaha isi ulang tinta dan toner printer pada akhir tahun 2006, yang memenuhi ruang pikir dan tindakan saya adalah sewa kios, packaging yang bagus, rekrut karyawan berlebihan, beli etalase display dan lain-lain.

Saya lebih mendahulukan terlalu banyak hal yang kurang show me the money dan malah lupa memikirkan bagaimana cara memasarkan produk dan layanan saya.

Dalam kurun waktu kurang dari 8 bulan, maka usaha tersebut saya nyatakan gagal; tidak memberikan masukan, namun malah harus nomboki setiap bulan. Tutup!

Ketika saya memulai usaha batik dengan modal yang sangat minim, maka yang memenuhi ruang pikir dan tindakan saya adalah bagaimana saya mengenalkan ke sebanyak orang mengenai baju batik yang saya punya dan mereka mau membelinya, kalau bisa dalam jumlah besar dan berulang-ulang.

Saya perlu memutar modal yang saya punya secara cepat agar bisa menghasilkan pendapatan untuk biaya hidup saya dan keluarga.

Saya tidak lagi berani berfikir untuk sewa kios, gantinya dengan membuat web untuk mendisplay baju batik dan memaksimalkan ruang tamu rumah sebagai gudang sekaligus showroom.

Belum berpikir untuk rekrut karyawan, gantinya saya kerjakan sendiri dibantu oleh istri. Belum berpikir untuk membuat brosur, gantinya dengan ‘beriklan gratis’ di internet.

Hasilnya alhamdulillah, usaha batik ini terus berkembang sampai sekarang; baik secara cakupan pasar maupun dari sisi operasional dan produksi.

Dari Pasar Batik, kemudian lahir Seragam Batik dan sekarang tengah diuji coba layanan jahit batik personal dan insya Allah segera meluncur Kalati, produk batik eksklusif.

Poin inilah yang membuat saya lebih memikirkan sisi marketing di awal buka usaha, insya Allah sisi operasional dan produksi bisa kita kembangkan seiring bertumbuhnya permintaan pasar hasil positif dari strategi marketing kita.

Sekarang pilihannya terserah Anda, yang pasti mari bertindak!

Tags:

No Comments so far ↓

There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment